Kamis, 09 Agustus 2012

Sungai Talang, Payuang Panji, Ompek Batua

jorong sungai talang dengan nama termasyur siroge


.
PAYUANG PANJI artinya kemuliaan atau kebesaran. Sedangkan Ompek Batua adalah nama lain dari kawasan di Kecamatan Guguak yang kini dikenal dengan sebutan Talago, Guguak VIII Koto, Kubang, dan Sungaitalang itu sendiri.


”Dari empat kawasan yang ada di Kecamatan Guguak itu, Sungaitalang adalah payung panji atau lambang kebesaran. Itu diakui dalam tatanan adat-istiadat masyarakat kami,” ujar Wali Nagari Sungai Talang Redi Koerniawanto kepada Padang Ekspres.

Jauh sebelum disebut sebagai Payuang Panji Ompek Batua, Sungaitalang sebenarnya telah menjadi salah satu pusat peradaban manusia. Ini dibuktikan dengan banyaknya situs-situs menhir di nagari tersebut.
Menurut sejarawan dari Universitas Negeri Padang Profesor DR Mestika Zed, menhir adalah batu tunggal yang berdiri tegak di atas tanah dan berasal dari periode neolitikum. Periode neolitikum itu diperkirakan antara 6.000/4.000 SM sampai 2000 SM.

Merujuk keterangan Mestika Zed, dapat disimpulkan bahwa Nagari Sungaitalang telah berusia beribu-ribu tahun. Usia Sungaitalang hampir sama dengan usia Nagari Maek di Kecamatan Bukitbarisan. Hanya saja, saat itu istilah nagari tentu belum ada.

Manusia yang  hidup pada zaman tersebut namanya juga manusia prasejarah. Walaupun demikian, peninggalan prasejarah di Sungaitalang, berupa menhir dengan posisi berdiri ataupun rebah, masih terjaga keutuhannya sampai sekarang.

”Banyak peneliti, dosen, guru-guru sejarah, anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia, mahasiswa dan pelajar, datang melihat menhir di Sungaitalang. Ini tentu saja sebuah aset pariwisata bagi nagari kami,” ujar Redi Koerniawanto.



0 komentar:

Posting Komentar

125x125 Ads3

jalan menuju sungai talang